Event Review Review

Cegah Depresi Pasca Pemilu, Vokasi Humas UI X RSUI Adakan Talkshow Millennials Anti Galau

Depok, 24 April 2019 – Bertempat di Auditorium Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Program Vokasi Humas UI bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menyelenggarakan acara talkshow kesehatan yaitu Hospitalk UI 2019 dengan tema “Millennials’ Mental and Nutrition Management”. Dihadiri lebih dari 500 audiens dengan tujuan membentuk generasi penerus bangsa yang “Sehat Jiwa-Raga”

Talkshow ini dimeriahkan dengan sosok dokter selebtwit sekaligus penulis buku yang viral di kalangan millennials, buku #BerhentidiKamu, yaitu dr. Gia Pratama,MD. Kemudian ada dr. Anna Maurina.S,SIKom,M.Gizi,SpG sebagai dokter gizi di Klinik Gizi RSUI, dan dr. Fransisika M.Kaligis,Sp.KJ(K) dokter psikiatri RSUI.

Acara dikemas untuk menyasar millennial yang ‘kekinian’, menghadirkan dokter-dokter berusia muda untuk memberikan edukasi yang menyenangkan. Berbeda dari gelar wicara pada umumnya, Hospitalk UI 2019 juga akan dilengkapi dengan rangkaian kegiatan tur mengelilingi RSUI atau Hospitour, untuk mengenal konstruksi unik Rumah Sakit yang Instagramable.

Diinisiasikan oleh Vokasi Humas UI berdasarkan fenomena yang terjadi pada mayoritas mahasiswa Indonesia dan generasi millennials yang merasa galau, jenuh dan lelah akibat padatnya aktivitas dan persaingan strata sosial baik secara nyata maupun maya.

“Ternyata gen millennials itu adalah gen yang paling mudah stres. Sebuah studi di Amerika mengatakan gen ini rentan stres dan tingkat depresi semakin meningkat. Dulu paling sering depresi itu dialami orang berusia 40-50 tahun tapi kalau sekarang usia 20an. Rasa kesepian juga tinggi sekali di kalangan gen millennials. Kalau stres, keluhan fisik juga meningkat. Millennials paling tinggi tingkat stresnya dibandingkan orang yang lebih dewasa. Kunjungan ke dokternya juga lebih tinggi,” ujar dr. Fransiska.

“Terlalu sering bermain di dunia maya mengganggu kesehatan fisik dan mental. Misalnya fisik itu kalau terlalu sering bermain gadget menyebabkan mobilitas tubuhnya berkurang, main game tiap hari juga berpengaruh sama obesitas dan sakit otot. Untuk mental, banyak penelitian penggunaan gadget lebih dari 2 jam sehari mengganggu rentang atensi jadi lebih pendek. Kesempatan sosialisasi real juga berkurang,” lanjut dr. Fransiska.

“Contohnya saat pesta demokrasi Indonesia kemarin 17 April 2019, dalam menunggu penghitungan suara para caleg sembari melihat quick count, kemudian hoax mulai bertebaran, berita-berita yang tidak tahu kebenarannya viral di media sosial. Yang berbahaya, penyakit mental seperti stres mulai mengintai usai Pemilu. Stres itu bisa terjadi pada calon legislatif (caleg) yang gagal meraup suara.Mungkin terlihat sepele namun jika ekspektasi calon-calon yang terlalu tinggi, ketika realitanya tidak sama, mereka menjadi sangat syok, hingga berujung depresi. Terlebih 21% persen atau 930 caleg berusia 21-35 tahun atau millennials. Ini harus menjadi cacatan penting bagi kita yang mungkin rekan, kerabat untuk selalu memberi dukungan positif dalam mencegah terjadinya depresi yang berkepanjangan,” tambah Devie, Ketua Vokasi Humas UI.

Berbicara mengenai kesehatan tubuh millennials, dr. Anna mengatakan “Di era millennials ada tantangan yang lebih besar dari masa lalu, jadi harus lebih cerdas, kreatif, inovatif dan kuat. Kita harus bisa mengenal diri kita sehingga kita bisa memutuskan dan membuat komitmen untuk makan dan minum yang benar. Hal ini biasanya suka dilupakan oleh millennials, Kita harus bisa mengatur waktu minum agar sel tidak dehidrasi, karena kebutuhan air pada tubuh millennials harus 30-40ml/berat badan dalam kg.”

Bukan hanya dari dokter RSUI saja, tetapi dr. Gia yang sangat millennials dan tampan ini berpesan “Untuk mencapai kesuksesan akan ada banyak kegagalan dan kekhawatiran yang bertubi-tubi, dalam menghadapi semua itu kita harus punya mental toughness, butuh ketangguhan mental yang berasal dari otak. Jadi caranya kita penuhi dengan jaga raga kalian penuhi kebutuhan nutrisi.”

“Manusia itu bagaikan negara kesatuan sel, sayangnya ada kontrak biologis di dalam tubuh kita. Di DNA manusia tertulis jobdesc dan umurnya. You are what you eat, kalian akan menjadi seperti sekarang sesuai dengan apa yang kalian makan, tubuh itu terbentuk dari apa yang dimakan, karena bahan baku terbentuknya sel tubuh berasal dari asam amino dan asam lemak tidak jenuh pada makanan yang kalian makan,” tambah dr. Gia

RSUI sangat mendukung acara ini karena memiliki andil penting terhadap peningkatan kualitas kesehatan Millennials di Indonesia. Keseriusan RSUI dalam mencegah timbulnya resiko penyakit kronis di kalangan millennial dilakukan melalui beberapa seminar kesehatan bertemakan Millennialss. Hal ini juga sebagai salah satu perwujudan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) peduli terhadap kondisi kesehatan penduduk Indonesia di usia produktif.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi:
Media Partner Division Hospitalk UI 2019
E-mail : [email protected]
Tiara : +6281212881142

Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia
Telp. +62 21 290 274 81-83
Fax. +62 21 290 274 78
[email protected]

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!