Event Review Review

Grand Seminar Industrial Engineering Competition (IECOM) 2018

Keluarga Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (MTI ITB) kembali mengadakan perlombaan keilmuan teknik industri bertaraf Asia Pasifik yang dinamakan Industrial Engineering Competition (IECOM) 2018. IECOM 2018 dilaksanakan pada 7-13 Januari 2018, diikuti 15 tim dengan rincian 13 tim berasal dari Indonesia dan 2 tim berasal dari Filipina yang memperebutkan total hadiah 8000 USD. IECOM ke-8 ini diadakan di Institut Teknologi Bandung dan sekitarnya serta mengusung tema Industry 4.0. Terdapat beberapa acara yang berada dalam rangkaian IECOM 2018, yaitu kompetisi, Grand Seminar, dan berbagai acara untuk menumbuhkan kebersamaan antara peserta dan panitia.

Grand Seminar IECOM 2018 diadakan pada hari kedua IECOM, yaitu pada tanggal 8 Januari 2018. Bertempat di Aula Timur ITB, Grand Seminar dihadiri oleh 250 peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti akademisi dan praktisi. Grand Seminar dibuka pada pukul 09:00 WIB oleh Rektor ITB, Kadarsah Suryadi. Sejalan dengan rangkaian IECOM, Grand Seminar mengangkat tema “Industry 4.0: Reshaping Indonesia’s Industry along with Digital Revolution” yang dibahas dalam 3 sesi.

Sesi pertama memiliki subtema “Preparation towards Indonesia’s Vision as the Biggest Digital Economic Country in ASEAN”. Pada sesi ini, peserta Grand Seminar mendapatkan wawasan mengenai kondisi perindustrian Indonesia dalam menghadapi revolusi industri yang ke-4 langsung dari Sekretaris Jenderal Kementrian Perindustrian, Dr. Haris Munandar. “Dalam menghadapi revolusi industri ke-4, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan oleh industri-industri di Indonesia yaitu infrastruktur digital, edukasi sumber daya manusia, dan pengembangan perangkat lunak (software). Dengan demikian, revolusi industri ke-4 bukan hanya untuk industri besar, tetapi menyeluruh termasuk untuk industri berskala kecil.”, ujarnya ketika ditemui seusai sesi pembicaraan.

Pembahasan mengenai Industry 4.0 berlanjut pada sesi kedua yang bertema “Overcoming Challenges in Cyber-Physical System”. Sesi ini dibuka oleh Achmad Zaky, CEO Bukalapak.com, yang menyatakan pentingnya sifat entrepreneurship dan inovasi. Selanjutnya, Rifqi Imanto, System Architecture Engineer PT Schneider Indonesia, membahas mengenai tantangan-tantangan terkait cyber-physical system. Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian adalah keamanan data dikarenakan maraknya infeksi malware yang belakangan ini kian marak terjadi. Sesi kedua ditutup dengan pembicaraan mengenai cognitive and digitization platform oleh Software Client Architect Manager PT IBM, Ari Pratiwi.

Berbeda dengan sesi-sesi sebelumnya, sesi tiga disajikan dalam bentuk talkshow dengan tema “Adopting Digital Technology in Business Process” yang menampilkan perspektif berbagai praktisi dari sektor industri yang berbeda terhadap adopsi teknologi digital. Praktisi yang turut meramaikan sesi ketiga Grand Seminar IECOM 2018 adalah Raditya Wibowo, SVP of Transportation Products of GO-JEK, Lisa Widodo, SVP Operational and Product Management Blibli.com dan Ferdinan Hasiholan, Founder LaniusX SSCX. Menurut Alfine, salah satu peserta Grand Seminar yang memenangkan grand prize IECOM 2018 berupa tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Kuala Lumpur, Grand Seminar berjalan dengan baik dan lancar. “Grand Seminarnya bagus, membuka wawasan terkait Industry 4.0 terutama dari sudut pandang praktisi-praktisi.”, imbuhnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!