Event Review Review

Awarding Health Agent Award 2016

Jakarta, 8 September 2016 – Bertempat di Conclave, Jakarta, Tropicana Slim menggelar acara Pengumuman Pemenang Health Agent Award 2016. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian program Health Agent Award yang telah berlangsung sejak bulan Maret lalu, sebagai bentuk apresiasi bagi para mahasiswa dan sekolah, atas dedikasi dan komitmennya dalam mengupayakan budaya sekolah yang lebih sehat. Selama satu setengah bulan, dua belas tim finalis terpilih dari berbagai universitas dan jurusan, telah melaksanakan proyek inspiratifnya di dua belas Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Lampung, Jakarta, Bogor, Tangerang, Semarang, Yogyakarta, Malang, hingga Lombok. Tim Nutriction yang terdiri dari mahasiswa Poltekkes KemenKes Yogyakarta, terpilih menjadi Pemenang Health Agent Award 2016, bersama dengan SDN Randusari Yogyakarta. Kemudian, pemenang kedua jatuh kepada tim FGI (Foodie Gengs Indonesia) asal Universitas Brawijaya, dengan SDN Jatimulyo 1 Malang. Disusul oleh tim Health Warrior dari Universitas Indonesia, bersama dengan SDN Jatinegara 1 Jakarta sebagai pemenang ketiga.

Arninta Puspitasari, Public Relations Manager Tropicana Slim mengatakan, “Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, angka penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti jantung, stroke, kanker, diabetes, dan lainnya, kian meningkat dan semakin menyasar kepada tingkat usia yang lebih muda. Khusus untuk penyakit diabetes, banyak penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan drastis, dalam hal insiden diabetes tipe 2, pada anak dan remaja di dunia.[1] Salah satu faktor penyebabnya berkaitan dengan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih dari pangan jajanan yang dikonsumsi. Apalagi, sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah, hingga mencapai seperempat waktunya setiap hari, sehingga pangan jajanan di sekolah berkontribusi besar terhadap asupan nutrisi mereka. Oleh karena itu, di tahun keenam pelaksanaannya, Health Agent Award ingin mengenalkan bahaya konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih sejak dini kepada anak-anak melalui pendekatan pada komunitas sekolah dasar yang diharapkan mampu menurunkan risiko penyakit tidak menular saat mereka dewasa nanti.”

Sebelum pertengahan tahun 1990-an, kasus diabetes tipe 2 sangat jarang ditemukan pada anak-anak. Dahulu, hampir seluruh kasus diabetes tipe 2 ditemukan pada orang dewasa dengan obesitas pada berusia lebih dari 40 tahun. Namun, seiring dengan meningkatnya masalah kegemukan pada anak dan remaja, insiden diabetes tipe 2 pun semakin meningkat pada anak dan remaja yang berusia di atas 10 tahun[2]. Data menunjukkan bahwa antara tahun 2001 hingga 2009, terjadi peningkatan angka penderita diabetes tipe 2 pada usia 10-19 tahun sebesar 21%[3]. Faktor lingkungan terdekat, seperti keluarga dan komunitas sekolah, dibutuhkan oleh anak-anak dalam membantunya menentukan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari.

Najeela Shihab, Psikolog dan Founder dari Keluarga Kita, menyebutkan, “Selain lingkungan sekolah, keluarga, dalam hal ini orang tua, memiliki peranan penting untuk bisa mengenalkan kebiasaan positif hidup sehat pada anak. Sebagai pendidik pertama dan utama, orang tua perlu menjalin interaksi yang baik dengan pihak sekolah terkait penanaman nilai positif pada anak, seperti hidup sehat dan pemilihan makanan bernutrisi. Di sekolah, anak-anak seharusnya tidak hanya dituntut untuk mendapatkan nilai tinggi saja, namun pembiasaan hidup sehat itu juga perlu, karena hal itu akan memengaruhi fungsi kongnitif mereka menjadi lebih baik dan anak jadi lebih percaya diri. Saat ini, anak-anak telah terpapar dasar pengetahuan hidup sehat dari para mahasiswa, selanjutnya lingkungan sekolah dan keluarga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan implementasi hidup sehat tersebut sehingga mereka dapat secara mandiri memilih makanan sehat dengan bijak dan tertanam menjadi kebiasaan yang dapat mereka bawa hingga dewasa. Sekolah dapat memanfaatkan jam pelajaran ataupun ekstrakurikuler untuk berbagi inspirasi hidup sehat pada siswa.”

“Pada tahun ini, penilaian Tropicana Slim memang menekankan pada aspek sustainabilitas program. Gagasan kreatif yang telah diinisiasi para tim finalis, patut diapresiasi karena berhasil menyentuh seluruh aspek di lingkungan sekolah. Setelah ini, guru dan pedagang kantin diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet program yang telah ada, seperti inisiasi menu sehat di kantin sekolah, gerakan membawa bekal sehat dan botol minum untuk mengurangi kebiasaan jajan sembarangan, pemeriksaan status gizi rutin pada anak, hingga menjadikan kegiatan memasak makanan sehat sebagai bagian dari ekstrakurikuler siswa di sekolah. Permainan edukatif yang dilakukan tim mahasiswa selama periode program juga bisa diajarkan kepada pihak sekolah untuk dimainkan ulang sebagai bentuk pengingat,“ tambah Arninta.

Siti Syarifah, Founder Komunitas AyoMain menambahkan, “Saya kagum melihat gagasan para mahasiswa ini dalam memanfaatkan berbagai cara yang menyenangkan, termasuk bermain, untuk berbagi inspirasi gaya hidup sehat. Hal ini sejalan dengan prinsip kami di AyoMain yang percaya bahwa kegiatan bermain merupakan sarana belajar yang menyenangkan dan memiliki banyak sekali manfaat. Dengan bermain, sensori anak dapat terstimulasi, dan anak juga belajar untuk menggunakan otot-ototnya, serta belajar mengoordinasi gerakan tubuh dan matanya. Ia juga bisa belajar mengambil keputusan dan memperoleh keterampilan baru melalui permainan yang berbeda-beda. Bermain adalah hak semua anak dan menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.”

Selain pemenang utama, Tropicana Slim juga memberikan special award bagi tim mahasiwa yang memiliki ide inovatif dalam membagikan inspirasi hidup sehatnya. Penghargaan ini jatuh kepada Tim Kauzer dari Universitas Indonesia dengan ide mobile games Eat Me! yang dapat diunduh di telepon genggam orang tua dan dimainkan oleh anak, sebagai metode edukasi gaya hidup sehat yang sederhana, namun cukup menarik bagi anak-anak.

Pada akhirnya, Tropicana Slim berharap program Health Agent Award mampu menginspirasi dan mendukung implementasi perubahan gaya hidup sehat secara menyeluruh di lingkungan Sekolah Dasar. Selanjutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan juga diharapkan dapat terus melanjutkan semangatnya untuk menjadi inspirator di lingkungan sekitar.

Tropicana Slim, Sweet Moments Last Longer!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Arninta Puspitasari
Public Relations Manager
08561611331 | [email protected]

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!