Event Review Review

PHASE 82 UI – Pharmahensive: Mewujudkan Peran Apoteker yang Komprehensif dalam Melaksanakan Pekerjaan Kefarmasian

Pada tanggal 30 dan 31 Juli 2016 telah dilaksanakan rangkaian kegiatan PHASE UI 82 yang bertemakan “Pharmahensive: Mewujudkan Peran Apoteker yang Komprehensif dalam Melaksanakan Pekerjaan Kefarmasian”. Rangkaian kegiatan PHASE UI 82 yaitu seminar, workshop, dan PPIC.

Pada hari pertama dilaksanakan kegiatan seminar nasional dengan tema “Optimalisasi Peran Apoteker Menuju Kemandirian Bahan Baku Farmasi Nasional”. Sebanyak 400 peserta, baik dari kalangan mahasiswa ataupun praktisi industri, pemerintahan, dan komunitas memenuhi Auditorium RIK UI. Pembicara-pembicara yang memberikan materi berasal dari pemerintah, akademisi dan pelaku usaha.

Pada subtema seminar yang pertama, dipaparkan materi dengan judul Master Plan Pengembangan Bahan Baku Farmasi di Indonesia. Pembicara pada subtema ini yaitu Ibu Dita Novianti S.A., S.Si., M.M., Apt. selaku Kasubdit Kemandirian Obat dan Bahan Baku Sediaan Farmasi Kementerian Kesehatan RI. Pada subtema ini dipaparkan bagaimana kondisi pasar farmasi di Indonesia dan juga bahan baku farmasi yang masih mengimpor 90%. Dipaparkan pula tantangan dan kendala yang muncul dalam pengembangan bahan baku farmasi di Indonesia. Pemerintah telah mencanangkan roadmap Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, yaitu mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat, obat, dan alat kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan ekspor serta memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri/utilisasi kapasitas industri. Disinilah peran stakeholder, termasuk institusi pendidikan, sangat dibutuhkan agar program tersebut dapat terealisasikan.

Subtema kedua, yang dibawakan oleh Dra. Nurma Hidayati, M. Epid selaku Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM, berisi tentang Regulasi Bahan Baku Farmasi di Indonesia. Badan POM, selaku regulator di Indonesia, melakukan pengawasan sediaan farmasi termasuk bahan baku aktif obat. Hal tersebut bertujuan agar khasiat, mutu, dan keamanan obat dapat terjamin.

Materi Potensi Bahan Alam dalam Pengembangan Sumber Bahan Baku Farmasi di Indonesia sebagai subtema ke 3 pada seminar kali ini dibawakan oleh Bapak Junius Rahardjo, B.Sc. (CEO Javaplant). Pada subtema ini dijelaskan beberapa tanaman obat asli Indonesia yang telah dikembangkan untuk bahan baku obat. Selain itu juga dijelaskan potensi yang dimiliki Indonesia dalam mengembangkan sumber bahan baku farmasi dari bahan alam.

Prof. Dr. Amarila Malik, M.Si., Apt. (Guru Besar dan Peneliti Fakultas Farmasi UI) yang memaparkan Potensi Bioteknologi dalam Pengembangan Sumber Bahan Baku Farmasi di Indonesia menjadi pembicara subtema berikutnya. Bidang bioteknologi yang belakangan ini berkembang dengan pesat menjadi dasar pada subtema ini. Senyawa biotek dapat digunakan baik sebagai upaya preventif maupun kuratif. Terdapat beberapa jenis produk farmasi biologi dan pengembangannya. Disebutkan pula pengembangan bidang bioteknologi untuk bahan baku farmasi di Indonesia serta strategi dalam pemanfaatannya.

Subtema terakhir dibawakan oleh Bapak Drs. Sie Johan, Apt. selaku Direktur Business Development PT Kalbe Farma yang memaparkan materi Pengembangan Bisnis Bidang Bahan Baku Farmasi di Indonesia. Pada subtema ini dipaparkan bagaimana industri farmasi harus dijadikan industri strategis.

Pada kegiatan seminar ini seluruh pembicara menekankan pentingnya kerjasama antara Academic-Business-Government-Community (ABGC) sehingga cita-cita kemandirian bahan baku farmasi di Indonesia dapat tercapai. Kegiatan seminar ini juga terakreditasi oleh organisasi profesi yaitu IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) dan PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) sebanyak 5 dan 6 SKP. Antusiasme peserta juga sangat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul di akhir tiap subtema.

Pada hari kedua kegiatan PHASE UI 82 dilanjutkan dengan workshop dan PPIC (Phase Paper of Innovation Challenge) di gedung RIK UI. Kegiatan workshop dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas Penggunaan Obat Rasional dan Pemberian Informasi Obat, masing-masing kelas terdiri dari 80 peserta dengan pembicara yang ahli dibidangnya. Kegiatan ini terakreditasi oleh IAI dan PAFI masing-masing 6 SKP. Pada workshop ini dilakukan model pembelajaran Focus Group Discussion.

Kelas POR bertemakan “Meningkatkan kredibilitas apoteker dalam pelaksanaan program Penggunaan Obat Rasional bagi pasien”. Pemateri berasal dari praktisi dan pemerintah. Pemateri yang pertama yaitu Dra. Alfina Rianti, M.Pharm., Apt. (Koordinator Pelayanan Farmasi RSUP Fatmawati) yang memaparkan materi Mengoptimalkan Peran Apoteker dalam Meningkatkan Efektivitas Penggunaan Obat Rasional. Pemateri yang kedua yaitu Drs. Bayu Teja Muliawarman, M.Pharm, MM., Apt. (Direktur Pelayanan Kefarmasian Kementrian Kesehatan RI) yang memaparkan materi Peran Pemerintah dalam Tindak Lanjut Penggunaan Obat yang Tidak Rasional. Pemateri terakhir yaitu Agil Bredly Musa, S.Farm., Apt. (Apoteker Klinis RSCM) yang memaparkan materi Metode SOAP dan Realisasinya dalam Penulisan Rekam Medis Pasien.

Kelas PIO bertemakan “Optimalisasi terapi melalui Pelayanan Informasi Obat yang Tepat. Pemateri pertama yaitu Dra. Retnosari Andrajati, M.S., Ph.D., Apt. (Dosen Fakultas Farmasi UI) yang memaparkan materi Pendekatan sistematis dalam pelaksanaan Pelayanan Informasi Obat. Pemateri kedua yaitu Dra. Rita Endang, M.Kes., Apt. (Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM) yang memaparkan materi Interpretasi literatur sebagai dasar Evidence Based Medicine. Pemateri terakhir yaitu Imanuel Sianipar, S.Farm., Apt. (Penanggung Jawab Satelit Farmasi Pusat RSCM) yang memaparkan materi Teknik komunikasi dalam penyampaian informasi obat.

Bersamaan dengan kegiatan workshop dilaksanakan pula persentasi final PPIC. Persentasi final dibagi menjadi dua sub tema yaitu marine dan herbal. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program sarjana dan mahasiswa profesi berasal dari berbagai jurusan di perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 15 tim dari masing-masing sub tema mempresentasikan karyanya di depan dewan juri. Tim Meiliani Shara (UI) dengan judul karya “Inovasi Teknologi Alga Transgenik sebagai Edible Vaccine untuk Hepatitis B” berhasil menjuarai PPIC subtema marine, sedangkan tim Devi Permatasari (ITB) dengan judul karya “Formulasi Gel Ekstrak Etanol Kulit Pisang (Muisa ABB Group ‘BLUGGOE’) dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes serta Uji Iritasi In Vivo” menjuarai PPIC subtema herbal. Berikut daftar tim pemenang PPIC keseluruhan.

Subtema Marine:
1. Juara 1 : Tim Meiliani Shara (Universitas Indonesia)
2. Juara 2 : Tim Wilson Octavianus (Institut Teknologi Bandung)
3. Juara 3 : Tim Lia Anggreini (Universitas Indonesia)
4. Juara 4 : Tim M. Ikhsan (Universitas Indonesia)
5. Juara 5 : Tim Magdalena Wahyu (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

Subtema Herbal:
1. Juara 1 : Tim Devi Permatasari (Institut Teknologi Bandung)
2. Juara 2 : Tim Andreas Billy F. (Universitas Indonesia)
3. Juara 3 : Tim Andy Satyanegara (Universitas Indonesia)
4. Juara 4 : Tim Kalonica K. (Universitas Indonesia)
5. Juara 5 : Tim Abul Almaududi (Universitas Islam Indonesia)

Dengan demikian rangkaian Phase UI 82 telah selesai. Sampai jumpa di Phase selanjutnya, sobat!

 

Phase 2

Phase 3Phase 4

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!