Review

Allah Itu Dekat

Allah Itu Dekat
(Novel Based on True Story)
Allah itu Dekat l SeputarKampus

Novel “Allah Itu Dekat” (AID) yang ditulis oleh mahasiswa doktoral Program DMB IPB ini berdasarkan kisah nyata, bercerita tentang tokoh Aku dan Hendra. Aku adalah seorang anak muslim yang tumbuh dari kondisi miskin, tidak memiliki biaya untuk kuliah, kemudian bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri, dan mengalami banyak peristiwa dalam hidupnya, seperti dipukuli copet hingga hampir mati, terlibat demonstrasi, dan melanglang buana ke luar negeri bertemu dengan muslim Indonesia di Amrik dan berdakwah di sana, yang pada akhirnya menegaskan kepada dirinya bahwa Allah itu dekat.

Sedangkah Hendra adalah seorang anak non-muslim yang tumbuh dalam kondisi berkecukupan di salah satu negeri Asia, kemudian menghadapi situasi sulit karena prahara keluarga yang menimpa ayah-ibunya akibat adanya wanita idaman lain (WIL), lalu kuliah di Theology Faculty hingga doktor teologi yang berhasil memurtadkan banyak kaum muslimin di Indonesia. Namun perjalanan hidupnya membuatnya berhasil mendapatkan hidayah Islam dan berdakwah untuk Islam. Sejak itu Hendra bersama delapan temannya diburu demi mempertahankan keimanannya. Satu per satu rekan-rekannya mati tertembak. Hendra sempat ditembak tetapi hanya terkena kakinya dan berhasil meloloskan diri, yang menegaskan kepada dirinya bahwa Allah itu dekat. Akhirnya Hendra bertemu dengan tokoh Aku.

Kisah ini diawali dengan Bagian Nol Malaikat Maut, yang mengisahkan peristiwa nyata penembakan Hendra oleh sniper yang berhasil membunuh temannya. Kemudian flash back kisah masa kecil tokoh Hendra dan tokoh Aku (Bagian Satu Benarkah Allah Itu Dekat?). Kisah dilanjutkan masa-masa kuliah pada Bagian Dua Melihat Cahaya, Bagian Tiga Dalam Tempaan Badai, Bagian Enam Derita Tiada Tara, Bagian Delapan Memimpin Mahasiswa, Bagian Tiga Belas Sembilan yang Tak Bisa Dikalahkan, dan Bagian Empat Belas Sembilan Ketua Senat Mahasiswa se-Jawa. Juga dikisahkan perjalanan tokoh Hendra juga tokoh Aku ke penjuru dunia yang lain pada Bagian Dua Puluh Buron dan Bagian Dua Puluh Tiga Perjalanan Berkah.

Novel based on true story AID ini ditulis dengan cara yang tak biasa. Ada dua alur yang mengalir sendiri-sendiri, yaitu alur tokoh Hendra dan tokoh Aku, meskipun pada akhirnya kedua alur bertemu. Penulis telah dengan cerdik mengharmonisasikan suasana yang ditulis secara selang-seling sehingga ada ikatan tone emosi yang sama saat membaca Novel tersebut. Misalnya pada Bagian Satu Benarkah Allah Itu Dekat? Kisah tokoh Aku dan tokoh Hendra bernuansa sama, yaitu sama-sama menghadapi masa depan yang suram. Kemudian pada Bagian Melihat Cahaya dikisahkan bahwa masing-masing tokoh memiliki peluang untuk keluar dari persoalan yang mereka hadapi.

Novel AID setebal 321 halaman ini didominasi kisah di kampus tokoh Hendra maupun tokoh Aku, meskipun diselingi juga kisah-kisah lain saat berumah tangga dan dakwah. Kisah ini menarik dan karena itu sejak terbit pada 25 Mei 2014 dalam waktu 3 minggu Novel AID dengan harga Rp50.000 per buku telah terjual 700-an buku meskipun hanya diinfokan melalui Twitter penulis @dedhi_suharto dan diposting di blog pkspiyungan.org. Karena itu Novel AID yang dicetak dengan ukuran 13,5 x 20 cm kertas book paper 58 gram ini bisa dikatagorikan sebagai novel best seller sehingga dalam waktu dekat Novel AID akan dicetak ulang untuk memenuhi pesanan pembacanya.

Kelebihan Novel AID selain karena berbasis kisah nyata dan banyak menceritakan kehidupan kampus, juga karena di dalamnya terdapat Quiz Novel yang bersenyawa dengan isi novelnya. Quiz Novel AID berhadiah uang ini sangat menantang kalangan intelektual dan membuat penasaran para pencinta quiz, seperti kata Sri Rahayu Yulianti (@srahayu104) dalam salah satu twitnya: “Cerita dalam novel AID benar-benar menyentuh, quiz-nya juga bikin penasaran”

Kelemahan Novel AID ada pada dua alur kisah tokoh Hendra dan tokoh Aku, yang pada saat awal membaca akan sedikit membingungkan. Namun kelemahan ini akan teratasi karena rasa penasaran terbangun dari satu bagian ke bagian lain berikutnya hingga pada akhirnya akan dapat dinikmati plot cerita yang selang-seling. Kelemahan lain ada pada tulisan ringkasan kata pengantar pada cover belakang yang kurang jelas terbaca.

Novel AID telah di-launching di Kampus STAN pada 27 Mei 2014. Bedah Novel AID pertama kali dilakukan di Kampus Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak pada 15 Juni 2014. Dan akan dilakukan bedah novel AID pada 2 Juli 2014 di Masjid Cut Meutia Jakarta, 8 Juli di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, dan 10 Agustus 2014 di Pekanbaru Riau.

Novel AID tidak didistribusikan di toko-toko buku tetapi bisa dipesan langsung dari penulisnya, mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) 2 periode 1996-1997 dan 1997-1998, melalui Twitter @dedhi_suharto atau sms ke 08979560850.

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!