Opinion

Maknai Arti Pengusaha yang Sesungguhnya

Saya ingin sharing tentang apa yang saya dapatkan selama Social Entrepreneurship Camp di KampoengKidz, Batu, Malang. Sharing ini bertujuan agar kita tidak saling mendiskreditkan antara pengusaha dan karyawan.

Secara umum, jangan terlalu mengagung-agungkan kata pengusaha atau entrepreneur dan mendiskreditkan seorang karyawan atau pekerja. Karyawan (employee) juga PENGUSAHA. Coba kita kembalikan ke kata asal pengusaha yang berasal dari kata usaha sehingga kalau pengusaha berarti orang yang berusaha. Esensinya, karyawan juga telah mengusahakan apa yang telah ia peroleh (pikiran, ilmu pengetahuan, ide, usaha, tenaga-nya) untuk memberikan hasil terbaik bagi perusahaan tempat ia bekerja (pemilik usaha atau dalam kata lain usaha milik seorang entrepreneur).

Tidak sedikit karyawan atau pekerja yang gajinya jauh melebihi seorang pengusaha, dan tidak sedikit pula pengusaha yang pendapatannya jauh di bawah seorang karyawan. Seorang karyawan atau profesional dibayar karena kapabilitas mereka dalam mendukung kinerja perusahaan.

Sesungguhnya, pengusaha dan karyawan bagai sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Coba bayangkan, kalau semua orang di Indonesia bahkan di dunia ini jadi pengusaha, siapa yang jadi karyawan? Sebaliknya, bagaimana kalau semua orang di sini jadi karyawan, lalu siapa yang membuka lapangan pekerjaan?

Sama dengan analogi kaya, kalau semua orang kaya, pastilah tidak akan ada yang mau bekerja. Tapi ingatlah, bahwa sekaya (semampu) apapun kita di sini (dunia) pasti membutuhkan orang lain.

– – –

Seseorang bisa menjadi pengusaha sebenarnya bisa diupayakan dengan bermodalkan 3M.

M yang pertama (1M) ME (saya): Ya, dengan diri sendiri.
Banyak pengusaha yang mampu bekerja hanya dengan modal 1M. Coba kita lihat, Christiano Ronaldo, Oprah Winfrey, Tukul Arwana, dan masih banyak nama lain yang penghasilnya sangat luar biasa bahkan bisa mendapat ‘GAJI’ 3 Milyar per pekan. Jadi, mereka berusaha dengan kemampuan atau skills yang mereka miliki. Bagaimana mereka memberikan kemampuan dan pelayanan, serta performance terbaik sehingga nominal pundi-pundi uang dapat dengan mudah mereka kantongi.

M yang kedua (2M) ME and MATERIAL. Ya, diri kita sendiri dan dengan bantuan alat. Pekerjaan atau pengusaha apa itu?
Banyak contoh yang bisa kita ambil, misalkan Barber Shop (kita+gunting) bisa menjadi seorang jutawan.
Contoh: Ursula Stephens. Penata rambut Rihanna ini sekali mengganti potongan rambut, Rihanna harus merogoh kocek hingga $3.300 atau Rp28,3 juta. Sedangkan, Aniston pernah menghabiskan $50.000 atau setara Rp428,6 juta dengan memboyong si penata rambut kepercayaan, Chris McMillan. Dan masih banyak lagi pengusaha atau karyawan kaya yang bisa menerima pundi-pundi rupiah hingga dollar berlimpah hanya dengan ME+MATERIAL.

Dan M yang ketiga (3M), ME+MATERIAL+MANAGEMENT
Di sini dimulailah yang namanya bagaimana me-manage suatu bisnis secara tepat dan terorganisasi sehingga hasil yang diperoleh jauh jauh lebih besar. Hal ini dilakukan dengan pengembangan dan ekspansi bisnis lebih luas dan besar lagi oleh karena itu dibutuhkan yang namanya manajemen. Contohnya? Pastilah teman-teman di sini tahu karena sudah banyak perusahaan besar yang telah menerapkan 3M ini.

Akhirnya, sesungguhnya yang membedakan antara seorang entrepreneur dan employer adalah kerja keras, keuletan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah untuk terus berusaha memberikan yang terbaik atas apa yang diusahakannya.

Sekali lagi baik karyawan dan pengusaha itu sendiri, keduanya adalah PENGUSAHA!
Salam suKSEs dan berkah untuk semuanya!

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!