Sharing

Sejarah Singkat Seni Batik

Tulisan ini untuk memperkenalkan pola-pola batik dan motif-motifnya sebagai karya seni yang tinggi. Memperkenalkan bagi mereka yang baru mengetahui tentang batik dan mengingatkan kembali pada mereka yang pernah mengenal batik namun kurang begitu peduli, mungkin karena belum begitu memahaminya.

Melalui tulisan ini, kita akan membahas tentang pola dan motif batik kuno dan kontemporer (masa kini) di berbagai daerah di Indonesia. Perlu ditekankan juga kalau tulisan ini tidak begitu detail dalam membahas tentang batik, melainkan sekedar ‘refresh‘ atau mengingatkan kembali dan memperkenalkan bagi para pemula pemerhati seni batik. Di sini nantinya juga sekilas membicarakan tentang sejarah batik dan teknik membatik. Gambar-gambar yang nantinya akan ditampilkan adalah gambar pola dan motif batik tulis kuno, bukan batik cap. Hal ini disebabkan batik cap kurang mencerminkan daya kreatifitas seni batik, bahkan dianggap malah justru mematikan kreatifitas tersebut. Juga pola-pola pada batik cap tidak usah dikhawatirkan akan hilang, sebab keawetan cap batik yang terbuat dari tembaga. Lain halnya dengan batik tulis yang pola-pola dan pengetahuannya tersimpan dalam ingatan mereka yang membatik yang mungkin sekali akan hilang bersama mereka apabila tidak didokumentasi dengan baik. Walaupun demikian suatu tulisan yang lengkap juga harus memuat tentang pola-pola batik cap juga.

Batik juga mempunyai hubungan erat dengan seni budaya yang lain seperti, wayang, gamelan, keris dan lain-lain. Di sini hanya disinggung sepintas saja. Apalagi batik sudah dikenal dan diakui oleh dunia sehingga sudah selanyaknya kita sebagai pewaris budaya nenek moyang untuk selalu menjaga dan memelihara dengan sebaik-baiknya.

Seni Membatik

Sejarah Singkat Batik
Berbagai pendapat para ahli dikemukakan mulai dari ahli dari dalam maupun luar negeri. Ada yang mengatakan batik di Indonesia itu mendapat pengaruh dari India bahkan jauh sebelum itu bersumber pada kebudayaan Mesir dan Persia. Ada juga yang berpendapat batik merupakan budaya asli bangsa Indonesia, jauh sebelum mendapat pengaruh dari India-Hindu, salah satunya adalah pendapat J.L. Brandes, seorang peneliti dari Belanda.

Demikian juga teknik pemberian warna dengan cara mencelup merupakan sesuatu yang telah lama dikenal dengan menggunakan bahan-bahan atau zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang hanya tumbuh di kepulauan Indonesia seperti indigo, tarum dan nila. Nama kerajaan Tarumanegara pada abad 5 M merupakan salah satu contoh petunjuk kita tentang adanya tumbuh-tumbuhan tersebut sejak zaman dahulu kala. Mengkudu (Morinda citrofolia) yang dipakai untuk mendapatkan warna merah adalah tumbuh-tumbuhan yang tidak terdapat di India. Kulit kayu-kayuan yang menghasilkan warna sawo atau lebih dikenal dengan soga (Pelthoporum ferrugineum Benth) berasal dari berbagai pulau, di antaranya Sulawesi. Lilin lebah sebagai bahan utama penutup dalam proses membatik berasal dari daerah Palembang dan Sumbawa yang terkenal sebagai pusat pemeliharaan lebah madu. Demikian juga damar mata kucing pencampur lilin berasal dari Kalimantan dan Sulawesi. Bukti lainnya yang membedakan jika di Indonesia proses pencelupan dalam pewarnaan merah dari mengkudu dengan air dingin, kalau di India proses pewarnaanya dengan cairan panas yang mendidih. Penggunaan alat membatik yang disebut dengan canting tidak terdapat di India Selatan, ini merupakan perbedaan yang besar antara seni batik Indonesia dengan kain-kain berwarna India. Canting-lah yang merupakan salah satu sebab tingginya mutu seni batik yang memperlihatkan keindahan corak yang sama antara bagian luar dan dalam. Hal yang tidak dimiliki oleh kain-kain berwarna dari India yang menggunakan stempel atau pena kayu yang hanya memperlihatkan bagian luar saja.

Jika dilihat dari segi pola, hampir semua pola batik di Indonesia terinspirasi dari lingkungan sekitarnya seperti tanaman-tanaman dan binatang yang ada di Indonesia, walaupun dalam perkembanganya juga tidak menafikkan adanya pengaruh-pengaruh budaya asing. Sedangkan pola geometris memperlihatkan garis serta gaya yang dikenal di seluruh Nusantara.

Share links: skmp.us/batik

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!