Event Review Opinion

Bisa Apa Kita untuk Indonesia? Ini Pendapat Anak Muda Jakarta dan Faisal Basri!

Putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta baru saja usai beberapa hari yang lalu. Namun, Anak muda Jakarta yang haus akan ilmu, sepertinya tidak mau berhenti untuk tetap meningkatkan pengetahuan mereka di bidang sosial politik. Hal itu bisa terlihat ketika puluhan anak muda yang berasal dari lintas organisasi berkumpul pada sebuah diskusi santai bertema “Kita untuk Indonesia, Bisa Apa?” yang dimoderatori oleh komedian Ernest Prakasa di sebuah kedai kopi bilangan kebayoran baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9).

Diskusi yang berjalan santai tersebut, merupakan kesempatan bagi anak muda untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi saat ini. Termasuk terkait peran anak muda untuk mengurus berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Faisal Basri yang menjadi pembicara dalam diskusi tersebut menekankan pentingnya peranan anak muda untuk aktif berpolitik dan jangan justru menarik diri dari dunia politik. “Anak muda jangan sampai mengharamkan partai politik. Kritisme, Intelektualitas, Integritas yang dimiliki oleh anak muda lah yang harusnya menjadi senjata untuk mengubah keadaan di partai politik agar menjadi wadah yang baik bagi masyarakat,” ujar mantan calon gubernur DKI dari jalur independen, yang berpasangan dengan Biem Benyamin.

“Tapi ketika masuk partai, jangan hanya seorang diri. Kalau mau merubah partai, harus beramai-ramai atau sebaliknya justru partai yang akan merubah integritas dan kritisme Anda” tutur Faisal menambahi pernyataannya.

Faisal juga menekankan pentingnya peranan anak muda dalam membangun perekonomian bangsa agar semakin meningkatkan dan mensejahterakan rakyat. “Jangan sampai ekonomi kita tumbuh namun alon-alon asal kelakon, anak muda harus mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia. Bayangkan, Indonesia merupakan negera dengan tingkat pertumbuhan ketiga di Indonesia di bawah cina dan India dengan level pertumbuhan 6%, namun dengan tingkat pertumbuhan seperti sekarang pun, kita masih jauh tertinggal dibanding Korea Selatan yang pada saat awal kemerdekaan dulu jauh lebih miskin dari Indonesia. Menurut saya, seharusnya kita memiliki potensi untuk mencatatkan pertumbuhan 10% pertahun, agar bisa mencapai GDP hingga sekitar tujuh ribu Dollar pada tahun 2030.

Ketika ditanyai secara terpisah terkait bagaimana acara diskusi ini bisa terselenggara, Jessica Angkasa selaku salah satu penyelenggara mengungkapkan bahwa semua ini berasal dari sebuah percakapan santai antara dirinya dengan Alanda Kariza, founder dari Indonesian Youth Conference. Percakapan itu, merupakan buah dari sebuah pertemuan antara dirinya, Alanda, dan Faisal Basri.

“Acara ini berawal dari percakapan saya dengan Alanda Kariza, dan dipersiapkan sepenuhnya melalui email. Saya dan Alanda bahkan baru bertemu hari ini, sejak pertama kali kami bercakap-cakap tentang ide membuat sebuah diskusi untuk anak muda. Tujuannya, kita mau anak-anak muda mendapatkan inspirasi yang sama dari Bang Faisal, sama seperti yang saya dan Alanda rasakan. Sayang sekali bila ada sosok dengan pribadi dan pemikiran seperti bang Faisal, namun hanya sedikit anak muda yang mendapatkan manfaatnya.” Tutur Jessica mengakhiri percakapan sore itu.

Share links: skmp.us/bisaAPA

Follow Us

Follow kami untuk mendapatkan update berita seputar kampus di Indonesia

Follow @SiapJadiMaba

Pengen siap jadi Maba? Follow @SiapJadiMaba

Visit Our Radio Station Partner!