UNAOC-EF Summer School 2014

    Get selected for the joint summer school by the United Nations Alliance of Civilizations and EF Education First.
Baca Lebih Lanjut…

Selamat! Berikut Pemenang Quiz #3tahunSK

Selamat! Berikut ke-10 Pemenang Quiz dalam rangka 3 tahun SEPUTARKAMPUS (29.3.2011-29.3.2014). 1. Ukhfi Thursina | @ukhfiii | UNPAD [Novel Bunda
Baca Lebih Lanjut…

Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP 2014

Program Beasiswa Magister dan Doktor merupakan program beasiswa di dalam negeri maupun luar negeri yang bertujuan menyiapkan pemimpin bangsa dan
Baca Lebih Lanjut…

Follow Pak De @SeputarKampus

Follow Pak De di sini yaa.. @SeputarKampus. Jangan sampe ketinggalan info ter-UPDATE-nya lho.. Share links: skmp.us/tSKC

Cegah Klaim Bangsa Lain, Jadikan Budaya Indonesia Raja Di Negeri Sendiri

Pernyataan Civitas Akademika Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI

Komunikasi budaya antara Indonesia dan Malaysia selalu berada dalam suasana yang dinamis, khususnya ketika menyangkut karya-karya seni budaya Indonesia yang kemudian diakui sebagai milik Malaysia. Setelah Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayange, Seni Batik, Tari Pendet, Musik Angklung, Beras Adan Krayan asli Nunukan, Kalimantan Timur, isu pengakuan atau klaim Malaysia terhadap budaya Indonesia belakangan ini kembali menjadi pembicaraan hangat di Indonesia khususnya masyarakat suku Batak Mandailing, Sumatera Utara. Hal ini disebabkan karena Malaysia memunculkan isu untuk mengakui Tarian Tor-Tor dan Gondang Sambilan yang merupakan kesenian asli suku Batak Mandailing sebagai miliknya.

Berkenaan dengan isu tersebut, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas adanya fakta bahwa warisan budaya Indonesia yang kurang dihargai oleh warga Indonesia sendiri dan bahkan kemudian diakui oleh negara lain. Warisan budaya berkaitan erat dengan jati diri bangsa dan kesadaran akan identitas kolektif. Kenyataan akan menurunnya minat generasi penerus untuk mengetahui dan mendalami makna warisan budaya membawa bangsa ini pada kekhawatiran akan menurunnya kesadaran akan jati diri bangsa dan rasa cinta kepada tanah air.

Karena alasan tersebut, FIB UI mengetuk kesadaran masyarakat Indonesia untuk bangkit dan mempertahankan warisan budaya Indonesia sebagai aset budaya yang berpotensi untuk dikembangkan dan mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, melalui kesadaran dan pemahaman yang mendalam mengenai khazanah warisan budaya jati diri, bangsa Indonesia akan semakin kokoh sehingga kita mampu untuk bersaing dalam ranah internasional.

Dengan merenungkan kembali isi teks Sumpah Pemuda 1928, FIB UI mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia untuk menjunjung kembali nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia yang didengungkan sebagai cita-cita pemuda Indonesia sejak tahun 1928 itu. Nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia terletak pada nilai-nilai budaya sebagai warisan yang sangat berarti. Nilai-nilai budaya merupakan dasar pergerakan kembali pada nilai-nilai tradisi dan orisinalitas pribadi bangsa. Penanaman nilai-nilai budaya merupakan upaya menyampaikan pemahaman dan sekaligus pelestarian nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas dan jati diri bangsa. Dengan memahami nilai-nilai tradisi, dapat timbul rasa kepemilikan yang dalam dan menumbuhkan kesadaran untuk turut mempertahankan warisan budaya dari ancaman kepunahan, bahkan pengaku-akuan dari negara lain.

Melalui Gerakan Aksi Pendataan Budaya yang telah dideklarasikan oleh FIB UI bersama dua institusi pendataan budaya, Bandung Fe Institute dan Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) pada tanggal 22 Mei 2012 di kampus FIB UI Depok, FIB UI mengajak masyarakat luas untuk ikut terpanggil melestarikan budaya Indonesia dengan aksi nyata yaitu menjadi Relawan Data Budaya, yang secara aktif melakukan kegiatan pendataan budaya Indonesia melalui dunia maya. Gerakan Pendataan Budaya ini tidak hanya sekedar menjadi sebuah gerakan melestarikan hasil produk budaya Indonesia, tetapi lebih jauh dari itu adalah mengembangan pemahaman terhadp nilai-nilai luhur yang terkandung dalam produk budaya tersebut. Nilai-nilai budaya Indonesia yang termuat dalam warisan budayanya bagaimanapun harus menjadi raja di negaranya sendiri sebelum menjadi raja di negeri orang. Hal itu senantiasa merupakan tugas setiap warga masyarakat Indonesia secara bersama dan berkesinambungan. Kebersamaan yang terjalin dengan erat mewujudkan kebermaknaan yang dalam. Kedalaman yang tergali dapat memancarkan kekuatan inti yang abadi, yaitu jati diri bangsa Indonesia.

Semoga peristiwa pengakuan budaya Indonesia sebagai budaya milik bangsa lain kali ini adalah untuk yang terakhir kalinya dan dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh komponen bangsa Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi:

1. Dr. Bambang Wibawarta (Dekan FIB UI)
2. Dr. Untung Yuwono (Manajer Akademik FIB UI)
3. Dr. Lily Tjahjandari (Manajer Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat FIB UI)

T: 021 – 7863528 / 29
E: humas1@ui.ac.id

Share links: skmp.us/rajaID

Ditulis pada June 26, 2012 at 3:41 am

Di kategori: Opinion

Ditulis Oleh :

SeputarKampus

Tentang SeputarKampus :
The First & Best Indonesian Campus Network

Website : http://seputarkampus.com
Facebook : seputarkampus
Twitter : @seputarkampus
  • http://www.facebook.com/desisriwahyu.utami Desi Sri Wahyu Utami

    Menanggapai soal banyaknya klaim budaya Indonesia, bukan hanya oleh Malaysia, juga terkait dengan sangat banyaknya budaya lokal yang dimiliki oleh Indonesia. Keanekaragam Indonesia yang begitu tinggi membuat masyarakat sendiri bahkan tidak tahu mana-mana saja kebudayaan asli Indonesia. Kebanyakan hanya mengenal kebudayaan dari tempat asal masing-masing. Dan apa yang dilakukan oleh FIB UI ini mungkin menjadi langkah awal untuk mengupayakan kita “bangsa Indonesia” harus mengenal mana-mana saja kebudayaan yang kita miliki. Pun klaim kebudayaan Indonesia oleh negara lain tidak akan menjadi tren lagi.

  • http://twitter.com/andijohdari andi johdari

    Menurut UNESCO; Budaya bukan hak milik negara, tapi
    milik bangsa.. Artinya bangsa cina, mandailing, minang, batak dll.
    berhak mengamalkan adat budayanya sendiri walaupun mereka warga negara
    Malaysia, Brunei atau Singapura

Subscribe to our Newsletter

Connect with Us

PageRank Checking Icon

Visit Our Radio Station Partner!

Our Greatest Partner

© 2014 SeputarKampus.Com | The First & Best Indonesian Campus Network
Website designed and programmed by Garuda Biru Technology